Tampilkan postingan dengan label Terpopuler. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terpopuler. Tampilkan semua postingan
Warga Semper Peluk Djarot dan Membolehkan Ahok Datang

Warga Semper Peluk Djarot dan Membolehkan Ahok Datang

Blusukan saat kampanye calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat ke RT 06/RW 06 Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, disambut meriah warga. Bahkan, warga membolehkan jika Gubernur DKI non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok datang ke wilayah tersebut.

"Ini saya tanya, kalau misalnya Pak Ahok ke sini, boleh enggak," tanya Djarot ke warga Semper Timur, Sabtu (19/11/2016).

"Boleh," teriak warga kompak, sambil menunjukan simbol dua jari, kepada Djarot.

Kedatangan Djarot menarik perhatian bapak-bapak atau ibu-ibu warga setempat yang sedang beraktivitas berbagai kegiatan di depan rumah. Djarot sesekali menghampiri untuk bersalaman, berbincang, dan meladeni foto bersama warga. Suara-suara dukungan memang kerap terdengar saat Djarot kampanye di wilayah ini.

Seorang pria lantas menghampiri Djarot, dan meminta Cawagub DKI nomor pemilihan dua itu untuk maju terus di Pilkada DKI.

"Hidup nomor dua, lanjutkan Pak. Jangan takut," teriak pria itu. "Tidak pernah takut," jawab Djarot, sambil mengangkat tangan.

"Semangat Pak," ujar pria itu, lalu menghampiri Djarot untuk meminta foto bareng.

Saat Djarot hendak pulang dari kawasan itu, bahkan seorang pria yang disapa Djarot secara mengejutkan memeluk Djarot. Momen itu sempat membuat kaget relawan dan pengawal Djarot. Ternyata, selagi memeluk, pria itu sambil mendoakan Djarot.

"Enggak apa-apa, aku didoain," ujar Djarot tersenyum. Kedatagan Djarot memang disambut antusias warga setempat.

Dalam kunjungannya ke Semper Timur itu, Djarot menjanjikan, jika dirinya aktif lagi sebagai Wagub DKI setelah cuti kampanye, akan menindak lanjuti untuk membenahi kawasan tersebut. Djarot menjanjikan pengerukan drainase dan perbaikan jalan di atas drainase tersebut. Bahkan, dirinya berniat agar kawasan itu punya Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Ia ingin lahan bekas rumah yang terbakar, dijadikan RPTRA.

"Ini kan habis kebakaran, sudah ber tahun-tahun tidak dibangun oleh sebab itu kita sampaikan kepada RT nya, kepada warganya, sebaiknya dijual saja, kami ganti. Sehingga nanti kita bisa gunakan untuk RPTRA sekaligus di situ juga bisa untuk lapangan bola, bulu tangkis. Kita perbanyak ruang terbuka hijau," ujar Djarot.

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/11/19/20463401/warga.semper.peluk.djarot.dan.membolehkan.ahok.datang

Warga Semper Peluk Djarot dan Membolehkan Ahok Datang


Djarot Heran Panwaslu Larang Dia Masuk Mushala, tetapi Diam Saat Ada Penghadangan

Calon wakil gubernur petahana DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, sempat dikira hendak berkampanye di sebuah mushala di kawasan RT 06 RW 06, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, oleh seorang anggota Panwaslu yang mengawasi kampanye Djarot. Setelah kampanye, Djarot kembali mengungkit kejadian itu. Djarot mempertanyakan reaksi anggota Panwaslu itu, yang berbeda ketika ia mendapat penolakan dari massa yang bukan warga sekitar.

"Saya bilang, saya juga pernah kan ditolak di sini, di Kalibaru, kenapa enggak pernah diproses? Saksinya banyak, buktinya ada, orangnya (yang menolak) kelihatan, iya enggak?" kata Djarot, di lokasi, Sabtu (19/11/2016).

Terlebih lagi, kata Djarot, pada kejadian di Kalibaru, saat penolaknya dihampiri, ternyata mereka bukan warga setempat.

"Saya ajak ngomong, bukan warga situ, dia warga RW 7, (sedangkan) kami ketemu (warga) RW 1, iya enggak?" ujar Djarot.

Untuk itu, ia berharap Panwaslu juga proaktif untuk kejadian-kejadian penolakan terhadap dirinya.

"Maksud saya itu, proaktif. Kalau enggak proaktif, bagaimana?" ujar Djarot.

"Makanya, lucu banget, masa saya masuk mushala enggak boleh. Lah, kalau saya shalat bagaimana? Nah, boleh toh, kalau misalnya aku bantu situ, boleh enggak, ketika saya aktif (perbaiki mushala)," ujar Djarot.

"Kami akan meninggikan (mushala) itu, dan untuk mengeruk itu nanti ini ketika saya aktif akan saya tindak lanjuti, boleh enggak begitu? Ya boleh, makanya lucu banget begitu," ujar Djarot.

Djarot juga menyatakan dirinya tidak kampanye atau menawarkan visi dan misi di dalam mushala.

"Makanya, kalau saya dateng ke situ ada emblem-emblem nomor dua, (atau) saya menyampaikan visi-misi di situ, ya enggak boleh," ujar Djarot.

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/11/20/05343921/djarot.heran.panwaslu.larang.dia.masuk.mushala.tetapi.diam.saat.ada.penghadangan
Jadi Tersangka Penerima Suap Rp 1,9 M, Berapa Kekayaan AKBP Brotoseno?

Jadi Tersangka Penerima Suap Rp 1,9 M, Berapa Kekayaan AKBP Brotoseno?

AKBP Brotoseno telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dari pengacara yang mengaku terkait pihak berperkara. Dia diduga menerima suap Rp 1,9 miliar guna penanganan perkara dugaan korupsi cetak sawah. AKBP Brotoseno diketahui pernah menjadi penyidik KPK. Sebagai penyidik, maka dia wajib melaporkan kekayaannya sesuai dengan UU No 28/1999.

"Kalau sudah lapor, pasti ada (laporannya). Saya juga tidak hafal," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat dikonfirmasi di Plaza Festival, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat malam (18/11/2016).

Melalui situs resmi KPK yang ditengok detikcom, Sabtu (19/11) tercantum Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atas nama R Brotoseno senilai Rp 724.400.000 di tahun 2011. Total kekayaan Brotoseno meningkat dari tahun 2010 yakni Rp 278.875.183. Di tahun 2011, dia tercatat memiliki harta tak bergerak berupa tanah seluas 250 meter persegi di Jakarta Timur senilai Rp 525.000.000. Sementara pada tahun sebelumnya harta tersebut belum ada.

Pada tahun 2010, Brotoseno melaporkan kekayaan berupa mobil Toyota Corolla Altis senilai Rp 130.000.000. Sedangkan di tahun berikutnya, dia tercatat memiliki Toyota Fortuner senilai Rp 310.000.000.

Brotoseno melaporkan kekayaan berupa logam mulia di tahun 2010 yang nilainya Rp 12.000.000, angka itu meningkat di tahun berikutnya menjadi Rp 13.000.000. Sementara itu di tahun 2010 dia memiliki batu mulia senilai Rp 28.000.000, di tahun berikutnya sudah tak dimiikinya lagi.

Brotoseno memiliki giro setara kas sebanyak Rp 130.000.000, meningkat tipis dari tahun sebelumnya yakni Rp 129.537.494. Namun di tahun 2011, dia memiliki utang pinjaman uang sebesar Rp 253.600.000 dan utang kartu kredit senilai Rp 9.000.000. 

http://news.detik.com/berita/3349125/jadi-tersangka-penerima-suap-rp-19-m-berapa-kekayaan-akbp-brotoseno



Jadi Tersangka Penerima Suap Rp 1,9 M, Berapa Kekayaan AKBP Brotoseno?KPK: AKBP Brotoseno Harus Diproses Meski Anggota Polri
AKBP Raden Brotoseno ditangkap karena dugaan menerima suap senilai Rp 1,9 miliar. Brotoseno yang sempat menjadi penyidik KPK ini terima suap terkait penanganan perkara dugaan korupsi cetak sawah di Kalimantan.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, proses hukum harus tetap berjalan terhadap Brotoseno. Basaria yang juga berasal dari institusi Polri ini menyatakan hal tersebut karena sudah merupakan kesepakatan bersama.

"Kita sudah sepakat, siapa pun itu kalau memang ditemukan apalagi tertangkap tangan, ya harus diproses. Biar pun dia anggota Polri, harus diproses," kata Basaria di sela acara Konser Suara Antikorupsi di Plaza Festival, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/11/2016) malam.

Basaria mengatakan hal tersebut ialah komitmen bersama. Ia menambahkan, sebagai anggota Polri dan mantan penyidik KPK semestinya, Brotoseno menjadi contoh bagi masyarakat.

"Ya kita punya pemikiran, apalagi pernah jadi penyidik KPK. Kita punya pemikiran, mereka menjadi contoh. Tapi kalau sudah terjadi sekarang, ya harus kita proses," ujar Basaria yang berpangkat Brigadir Jenderal ini.

Brotoseno ditangkap bersama polisi berinisial D karena menerima duit dari pengacara berinisial HR. Duit yang diterima Brotoseno Rp 1,9 miliar dari total Rp 3 miliar yang dijanjikan pengacara. Karo Penmas Mabes Polri Kombes Rikwanto mengatakan HR memberikan uang kepada penyidik dalam dua tahap selama kurun Oktober dan awal November tahun ini. Duit ini, terkait perkara dugaan korupsi cetak sawah di Kalimantan periode 2012-2014. Tujuan pemberian duit agar penanganan perkara yang didampingi pengacara berinisial HR diperlambat.

AKBP Brotoseno dan D ditangkap Tim Saber dibantu tim Pengamanan Internal (Paminal) pada Jumat (11/11) pekan lalu. Keduanya terancam sanksi etik dari Mabes Polri.

"Untuk 2 anggota tersebut, kita kenakan UU internal pelanggaran kode etik profesi. Pasal 7 dan Pasal 13 terhadap peningkatan citra dan kehormatan Polri, serta anggota Polri dilarang melakukan KKN dan gratifikasi," kata Karo Penmas Mabes Polri Kombes Rikwanto di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/11).

Bareskrim Polri telah menahan Brotoseno di Rutan Mapolda Metro Jaya. Sementara pengacara inisial HR dan perantara inisial LM yang ikut ditangkap saat ini sudah ditahan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. 

http://news.detik.com/berita/d-3349115/kpk-akbp-brotoseno-harus-diproses-meski-anggota-polri
Tertinggi di Survei LSI Denny JA, Timses Anies-Sandi: Pekerjaan Belum Usai

Tertinggi di Survei LSI Denny JA, Timses Anies-Sandi: Pekerjaan Belum Usai

Elektabilitas pasangan cagub-cawagub DKI Anies Baswedan-Sandiaga Uno berada di urutan tertinggi berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA. Tim Pemenangan Anies-Sandi mengapresiasi hasil survei tersebut. Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mardani Ali Sera mengatakan meski elektabilitas pasangan nomor urut 3 itu tinggi, mereka tetap harus bekerja keras untuk memenangi Pilgub DKI 2017.

"Alhamdulillah LSI sudah merilis dan mengapresiasi. Kita tetap membumi bahwa itu kabar gembira, tapi pekerjaan belum selesai. Tiga bulan ini bukan waktu yang pendek dalam politik. Satu hari saja panjang sekali," kata Mardani saat dihubungi detikcom, Jumat (18/11/2016).
Tertinggi di Survei LSI Denny JA, Timses Anies-Sandi: Pekerjaan Belum Usai


Kendati saat ini berada di posisi teratas berdasarkan survei LSI, politisi PKS itu tidak lantas ingin berpuas diri. Ia mengatakan bakal tetap waspada dalam menjalani tahapan Pilgub.

"Alhamdulillah kita syukuri dan membuat kita mawas diri serta waspada," ungkapnya.

Dari hasil survei LSI yang dilakukan periode 31 Oktober-5 November 2016, elektabilitas pasangan Anies-Sandi berada di urutan pertama dengan 31,9 persen. Sedangkan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni ada di peringkat kedua dengan 30,9 persen. 

Pasangan petahana Ahok-Djarot berada di posisi paling buncit dengan elektabilitas 10,6 persen. 

Survei terbaru LSI Denny JA dilakukan dengan metode multistage random sampling. Jumlah responden sebanyak 440 orang, dengan wawancara tatap muka secara langsung menggunakan kuesioner. Margin of error kurang lebih 4,8 persen 

http://news.detik.com/berita/3349129/tertinggi-di-survei-lsi-denny-ja-timses-anies-sandi-pekerjaan-belum-usai
Sutan Bhatoegana Meninggal Dunia

Sutan Bhatoegana Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari Sutan Bhatoegana. Mantan anggota DPR dari Partai Demokrat itu menghembuskan nafas terakhir.

"Iya benar, Pak Sutan meninggal," kata Kasubag Humas Ditjen PAS Akbar Hadi saat dikonfirmasi, Sabtu (19/11/2016).

Menurut Akbar, Sutan meninggal di RS BMC Bogor sekitar pukul 08.00 WIB. Sebelumnya Sutan memang dirawat di sana beberapa hari ini.

"Semoga khusnul khotimah," imbuh Akbar.

Sutan menderita penyakit kanker hati sebelum meninggal dunia. Dia sebelumnya dirawat di suite room nomor 223 RS BMC Bogor.

Sutan merupakan mantan Ketua Komisi VII DPR RI sebelum akhirnya dia tersangkut kasus korupsi. Sutan divonis 12 tahun penjara karena kasus itu dan hak-hak politiknya dicabut

http://news.detik.com/berita/3349142/sutan-bhatoegana-meninggal-dunia?_ga=1.118459852.432891769.1478229637

Sutan Bhatoegana Meninggal Dunia


Sebelum Hembuskan Nafas Terakhir, Bhatoegana Sudah Tak Merespons Total

Mantan anggota DPR Sutan Bhatoegana meninggal dunia pagi ini setelah sebelumnya berjuang melawan penyakit kanker hati. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Sutan sempat dalam kondisi tidak merespons total.

"Saya dikabari pihak keluarga dari pagi tadi. Sejak pukul 06.00 WIB, beliau sudah tak merespons total," ujar pengacara Sutan, Feldy Taha ketika dikonfirmasi, Sabtu (19/11/2016).

Feldy mendapatkan kabar keluarga langsung berkumpul ketika Sutan tak bisa merespons sama sekali. Hingga akhirnya pukul 08.00 WIB, Sutan meninggal.

"Akhirnya keluarga mengabari saya setelah mendapatkan konfirmasi dokter jam delapan itu," kata Feldy.

Sutan menderita penyakit kanker hati sebelum meninggal dunia. Dia sebelumnya dirawat di suite room nomor 223 RS BMC Bogor.

Sutan merupakan terpidana kasus suap dari SKK Migas ke Komisi VII DPR. Sutan menjalani perawatan di tengah masa pidana kurungan 12 tahun penjara di Lapas Sukamiskin, Bandung.

http://news.detik.com/berita/d-3349148/sebelum-hembuskan-nafas-terakhir-bhatoegana-sudah-tak-merespons-total
Anies: Sikap Jokowi-Prabowo Harus Dicontoh

Anies: Sikap Jokowi-Prabowo Harus Dicontoh

Pernah menjadi rival dalam Pilpres 2014, tak lantas membuat Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bermusuhan. Hubungan keduanya terjalin dengan baik. Terakhir, keduanya bertemu di Istana Merdeka, Kamis 17 November 2016. Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai sikap keduanya merupakan contoh yang baik untuk masyarakat dan politikus di Tanah Air. Pertemuan tersebut menunjukkan pertarungan saat pilpres lalu, tidak menjadi hambatan untuk saling bekerja sama membangun bangsa.

"Pertemuan itu menunjukkan sikap yang harus dicontohkan. Sikap kenegarawanan yang harus dicontoh sehingga sampai bawah juga punya contoh. Pernah berbeda itu kan tak berarti terus berbeda. Berbeda pun bisa bekerja sama," kata Anies di Lapangan Bonpis, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (18/11/2016).

Menurut dia, sikap yang ditunjukkan oleh Jokowi dan Prabowo ialah cerminan pribadi anak bangsa yang harus terus dijaga.

Anies: Sikap Jokowi-Prabowo Harus Dicontoh


"Ini yang saya rasa harus kita kembalikan ke dalam suasana di Indonesia, adab dijaga betul. Ya kita tentu senang tradisi interaksi, pertemuan antara tokoh nasional dan pimpinan-pimpinan itu terjadi," tutur Anies.

Terakhir, dia menyebutkan, agar demokrasi bisa berjalan damai tanpa kegaduhan. Jangan hanya lantaran berbeda dukungan atau pilihan, menjadikan suasana damai yang diciptakan para tokoh bangsa, menjadi sia-sia.

"Bagaimanapun kita itu sama-sama Bangsa Indonesia. Kita hormat sekali atas sikap yang ditunjukkan Pak Prabowo sikap Pak Jokowi," Anies menandaskan.

http://pilkada.liputan6.com/read/2656041/anies-sikap-jokowi-prabowo-harus-dicontoh?HouseAds&campaign=PilkadaDki2017_News_STS2
Ahok: Saya Ngomong Apa Saja Dipelintir

Ahok: Saya Ngomong Apa Saja Dipelintir

Calon gubernur petahana di Pilkada DKI 2017, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali dilaporkan ke Bareskrim atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik oleh Advokat Cinta Tanah Air (ACTA). Ahok membantah tudingan telah menfitnah dan mengatakan demonstran 4 November mendapat bayaran.

"Saya enggak bilang menuduh (dapat Rp 500 ribu) kok. Saya kan sampaikan, kamu baca saja berita yang ada," ujar Ahok di Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (18/11/2016).

Menurut dia, tak pernah ada kata-kata massa mendapat bayaran Rp 500 ribu saat berunjuk rasa 4 November 2016. Ahok hanya menyebut ada media yang menuliskan demonstran menerima uang tersebut.

"Socmed kan bisa dibaca. Saya enggak pernah bilang kok (pendemo terima uang)," ucap Ahok.

Dia pun mengatakan tidak sekali ini omongannya diartikan lain alias diplintir. "Saya ngomong apa saja dipelintir," tandas Ahok.

Sebelumnya, Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali dilaporkan ke Bareskrim Polri. Kali ini Ahok dilaporkan atas dugaan fitnah dan pencemaran mana baik sebagaimana diatur dalam Pasal 310 dan 311 KUHP oleh Advokat Cinta Tanah Air (ACTA).

Menurut perwakilan ACTA, Habiburokhman, pernyataan Ahok yang diduga fitnah yaitu tudingan massa aksi menerima bayaran Rp 500 ribu pada saat demo 4 November 2016.

"Pernyataan itu kami dapat dari websitemobile.abc.net.au dengan judul berita 'Jakarta Governor Ahok Suspect in blasphemy case, Indonesia Police say', yang di dalamnya terdapat rekaman video pernyataan langsung Ahok yang secara garis besar mengatakan 'It's not easy you send more than 100.000 people, most of them if you look at the news, Said they got the Money 500.000 rupiahs," ucap Habiburokhman di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis 17 November 2016.

http://news.liputan6.com/read/2656045/ahok-saya-ngomong-apa-saja-dipelintir?HouseAds&campaign=AhokTErsangka_Home_STM

Ahok: Saya Ngomong Apa Saja Dipelintir


Mestikah Ahok Ditahan? Ini Penjelasan Pengamat Hukum

Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penistaan agama. Berbagai pihak meminta agar aksi demonstrasi susulan tak perlu terjadi. Apalagi menuntut agar Ahok segera tahan.

Menurut pengamat Hukum Pidana Ahmad Rifai, ditahan atau tidaknya Ahok merupakan kewenangan penyidik Polri.

"Kewenangan menahan apakah seseorang layak ditahan atau tidak ya penyidik dengan alasan subjektif," ujar Rifai kepada Liputan6.com di Jakarta, Jumat (18/11/2016).

Beberapa alasan penyidik menahan orang, kata dia, misalnya jika dikhawatirkan tersangka akan menghilangkan barang bukti. Namun, kata dia, penyidik memutuskan tidak menahan Ahok karena dianggap kooperatif.

Untuk itu, kata Rifai, ia meminta agar masyarakat mengawal proses hukum yang saat ini masih berjalan. Ketimbang melakukan demonstrasi untuk menuntut Ahok ditahan.

"Kasus Ahok ini bisa juga di-SP3 (dihentikan) karena tidak cukup bukti dan tidak ditemukan unsur pidana," ujar Rifai.

Sementara beberapa waktu lalu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan penahanan terhadap seorang tersangka telah diatur dalam pasal 21 ayat 4 KUHAP. Menurut dia, dalam pasal itu tidak mengatakan setiap kasus yang diancam hukuman 5 tahun harus dilakukan penahanan.

"(Tapi) yang dikatakan dapat dilakukan penahanan tapi (harus) memenuhi syarat objektif dan subjektif," kata Tito saat memberikan keterangan pers di kompleks Mabes Polri.

Tito menjelaskan, syarat objektif bahwa harus punya keyakinan mutlak atas suatu tindak pidana. "Karena penyidik terbelah dan tidak bulat," tegas dia.

Namun, kata Tito, penyidik yang berpendapat telah terjadi tindak pidana lebih mendominasi. Karena itu, kasus harus dinaikkan ke tingkat penyidikan dan menetapkan Ahok sebagai tersangka. Kasusnya diputuskan diselesaikan di peradilan terbuka.

Sementara alasan subjektifnya, menurut Tito, antara lain adanya kekhawatiran melarikan diri menghilangkan alat bukti serta mengulangi kesalahan.

Tito menjelaskan, berdasarkan laporan Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto kepadanya, Ahok cukup kooperatif. Pada saat akan dipanggil, justru Ahok lebih dulu datang kepada penyidik untuk memberikan klarifikasi.

"Ketika dipanggil, Ahok juga datang," ucap Tito.

Kemudian, Tito menambahkan, pihaknya juga telah meminta kepada Direktorat Jenderal Imigrasi untuk segera menerbitkan surat perintah pencegahan terhadap Ahok. Sebab saat ini, yang bersangkutan wajib mengikuti proses hukum atas kasus yang membelitnya.

"Namun sebagai antisipasi, penyelidik memutuskan melakukan pencegahan ke luar negeri. Jangan sampai nanti, mohon maaf, yang bersangkutan ke luar negeri polisi disalahkan. Jadi lebih baik kita cegah," ucap Tito.

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) memutuskan kembali turun ke jalan. Mereka akan menggelar demonstrasi bertajuk "Bela Islam III" pada Jumat 2 Desember 2016.

"Saya hanya ingin tegaskan, kesepakatan yang ada di GNPF MUI, karena Ahok tak ditahan sampai sekarang, maka GNPF MUI memutuskan dengan aklamasi kesepakatan dengan seluruh elemen untuk menggelar aksi Bela Islam III Jumat, 2 Desember 2016," ujar pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Tebet, Jakarta Selatan.

Rizieq mengatakan, aksi lanjutan dari demo 4 November ini akan diikuti berbagai elemen organisasi Islam. Aksi akan dimulai dengan ibadah salat Jumat berjamaah.

http://news.liputan6.com/read/2655653/mestikah-ahok-ditahan-ini-penjelasan-pengamat-hukum

Pimpin Istigasah di Monas, Ustaz Arifin Ilham Doakan Ahok

Ustaz kondang Arifin Ilham menjadi pemimpin dan pembimbing dalam istigasah dan doa bersama yang digelar TNI-Polri di silang Monas, Jakarta Pusat. Saat memimpin doa, Arifin mengucap syukur dengan munculnya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang diduga menistakan agama. Kasus ini secara tak langsung justru mempersatukan umat Islam.

Akibat kasus tersebut, umat Islam di Tanah Air yang sebelumnya tampak terkotak-kotak, kini bersatu dan menentang tindakan yang dinilai melukai perasaan umat Muslim itu.

"Karena beliaulah, (Ahok,) kami dapat bersatu," tutur Arifin dalam doanya di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/11/2016).

Kendati demikian, Arifin tetap mendoakan Ahok agar mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. Dengan begitu, tidak ada lagi kejadian yang serupa di kemudian hari.

"Kami doakan Ahok mendapatkan hidayah. Beliau belum paham betapa indahnya iman Islam itu. Betapa indahnya ajaran Islam itu," ucap dia, memanjatkan doa.

"Ya Rabb, Tuhan Penguasa Langit dan Bumi, jaga kami terus dalam taufik Islam hidayah Mu," kata Arifin.

Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama jemaah yang terdiri dari 3.000 masyarakat dari berbagai kelompok pengajian, 5.000 anak yatim, dan 22.000 pasukan TNI-Polri mengikuti istigasah.

Istigasah yang digelar di Monas, Jakarta Pusat, itu bertujuan untuk mendoakan keselamatan bangsa dan para pahlawan Tanah Air. Khususnya agar keamanan tetap terjaga jelang Pilkada serentak 2017.

http://news.liputan6.com/read/2655628/pimpin-istigasah-di-monas-ustaz-arifin-ilham-doakan-ahok
KABAR JOKOWI DAN PRABOWO

KABAR JOKOWI DAN PRABOWO

Jokowi Makan Siang dengan Prabowo, Demokrat Tunggu Kabar Baik dari Istana untuk SBY

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan, partainya dalam posisi wait and see atau menunggu kabar baik dari Presiden Joko Widodo jika ingin mengundang atau bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pernyataan Roy ini menanggapi pertemuan Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Kamis (17/11/2016). Akhir pekan lalu, Jokowi juga sempat hadir dalam acara partai politik, di antaranya dihadiri petinggi Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Amanat Nasional.

"Posisinya Pak SBY atau Cikeas wait and see. Menunggu sinyal atau kabar baik. Kami siap kapan saja. TIdak ada rintangan sekecil apa pun dari Pak SBY," ujar Roy, saat dihubungi, Jumat (18/11/2016).

Roy mengatakan, sebagai presiden keenam yang menjabat selama dua periode, SBY pasti memiliki saran dan masukan yang bisa diberikan untuk Jokowi.

Sebelumnya, kata Roy, SBY juga telah memberikan masukan melalui Wakil Presiden Jusuf Kalla serta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

"Jadi akan lebih baik kalau misalnya Pak Jokowi yang men-trigger, apakah mengundang Pak SBY ke istana. No problem, Pak SBY mau-mau saja," ujar Roy.

Demokrat rencananya akan merayakan ulang tahun ke-15 pada awal Desember mendatang. Acara tersebut sedianya akan diselenggarakan Oktober lalu, tetapi diundur karena bertepatan dengan deklarasi damai.

"Nah, apakah itu akan menjadi momentum yang bagus untuk mengundang Pak Jokowi, bisa jadi," kata dia. 

http://nasional.kompas.com/read/2016/11/18/11594941/jokowi.makan.siang.dengan.prabowo.demokrat.tunggu.kabar.baik.dari.istana.untuk.sby

KABAR JOKOWI DAN PRABOWO


Di Depan Jokowi, Prabowo Tegaskan Siap Bantu Pemerintah

Di depan Presiden Joko Widodo, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan siap membantu pemerintah.

"Nilai-nilai yang kami pegang sama sehingga saya merasa berkewajiban, jika dibutuhkan, saya siap untuk membantu pemerintah, kapan pun dan di manapun," ujar Prabowo di Teras Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Prabowo juga selalu siap memberikan masukan kepada pemerintah. Prabowo mengapresiasi keterbukaan Presiden Jokowi terhadap masukan-masukan dari dirinya.

"Saya kira ini menguntungkan keutuhan dan persatuan bangsa," kata dia.

Prabowo menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka pada Kamis siang. Dalam pertemuan itu, keduanya melakukan santap siang bersama dengan menu ikan bakar.  Setelah itu, keduanya berbincang-bincang di teras Istana Merdeka. Tidak ada camilan yang menemani perbincangan mereka, yang hanya ada dua cangkir berisi teh hangat. Menurut Jokowi, kunjungan ini merupakan balasan lantaran dirinya pernah melawat ke kediaman Prabowo, 31 Oktober lalu.

Pertemuan kedua politisi yang pernah menjadi rival pada Pemilu Presiden 2014 itu adalah yang kedua dalam waktu kurang dari satu bulan. 

http://nasional.kompas.com/read/2016/11/17/16362581/di.depan.jokowi.prabowo.tegaskan.siap.bantu.pemerintah

Prabowo-Jokowi Diharapkan Tidak seperti Megawati-SBY
Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono mengatakan, tidak ada pembicaraan khusus antara Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi mengundang Ketua Umum Gerindra itu di Istana Negara, Jakarta, Kamis (17/11/2016). Menurut Arief, pertemuan tersebut hanya kunjungan balasan Presiden Jokowi kepada Prabowo Subianto. Sebelumnya Prabowo menjamu makan siang Presiden Jokowi di Hambalang, Bogor.

"Mereka itu sebenarnya kan bersahabat sejak Pak Joko Widodo menjadi Wali Kota Solo," kata Arief melalui pesan singkat, Jumat (18/11/2016).

Menurut Arief, keakraban Prabowo dan Joko Widodo harus dicontoh oleh elite nasional yang pernah menjadi rival dalam pemilihan presiden.

Saat Jokowi menang, kata Arief, mereka tetap bisa bersahabat secara ikhlas dan lahir batin.

"Jangan kayak Ibu Mega (Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri) dan Pak SBY (Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono) yang hingga hari ini tidak bisa duduk bersama dan bersahabat dan terbawa ke perseteruan pribadi," kata Arief.

Arief mengatakan, masyarakat dapat melihat Prabowo serta Jokowi berjiwa kesatria dan negarawan. Presiden Jokowi dinilai sangat menghormati Prabowo sebagai seorang senior yang bisa diminta masukannya.

"Jadi, ya undangan makan siang Pak Joko Widodo ke Istana kepada Prabowo bisa jadi contoh yang baik untuk menunjukkan perbedaan garis politik dan persaingan tidak harus memecahkan rasa persaudaraan sesama anak bangsa yang punya kewajiban untuk membangun bangsa," ujar Arief.

Arief berharap cara berpolitik kedua tokoh tersebut bisa jadi contoh yang baik bagi masyarakat tokoh politik dan tokoh nasional. Mereka harus bisa juga memperlihatkan cara-cara berpolitik seperti Prabowo dan Joko Widodo. Arief mengatakan, pertemuan tersebut menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo benar-benar cerdas dalam meminta masukan untuk mengurus pemerintahannya.

"Kalau Pak Joko Widodo mengundang tokoh partai politik yang ada di pemerintahannya, pasti tidak spesial dan masukannya pasti kurang jujur. Tetapi, kalau dari pimpinan parpol oposisi akan lebih mantap dan jujur," kata Arief.

http://nasional.kompas.com/read/2016/11/18/10411331/prabowo-jokowi.diharapkan.tidak.seperti.megawati-sby

KABAR PANAS : Mario Teguh Laporkan Deddy Corbuzier

KABAR PANAS : Mario Teguh Laporkan Deddy Corbuzier

Mario Teguh Laporkan Deddy Corbuzier ke Polda Metro Jaya
Mario Teguh melaporkan Deddy Corbuzier ke Kepolisian Daerah Metro Jaya, Rabu sore, 16 November 2016. Mario mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya ditemani istrinya, Lina Teguh.

"Hari ini, Pak Mario melaporkan Deddy Corbuzier di dua acara, satu di Hitam Putih dan satu di website Deeper with Deddy," kata pengacara Mario, Vidi Syarief, saat mendampingi kliennya membuat laporan.

Deddy dianggap melontarkan fitnah dan pencemaran nama baik lewat dua program tersebut. "Pasalnya 310 dan 311 KUHP serta Pasal 27 UU ITE (Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik)," ucap Vidi.

Dalam kesempatan itu, Mario dan istrinya menolak memberi komentar saat ditanyai wartawan. Saat keluar gedung SPKT, keduanya langsung masuk mobil. Sebelumnya, Mario melayangkan somasi terhadap Deddy terkait dengan wawancaranya dengan Ario Kiswinar Teguh di program Hitam Putih episode 7 September 2016 yang tayang di Trans 7. Namun Deddy tak menggubris somasi itu. Deddy, yang menggandeng pengacara Hotman Paris Hutapea, justru mengajukan tantangan kepada Mario untuk berdebat secara terbuka di televisi.

https://seleb.tempo.co/read/news/2016/11/17/219820926/mario-teguh-laporkan-deddy-corbuzier-ke-polda-metro-jaya

Dok.TEMPO/Yosep Arkian/Nurdiansah
Dilaporkan Mario Teguh ke Polisi, Deddy Corbuzier Bingung

Deddy Corbuzier mengaku bingung saat dimintai tanggapan mengenai Mario Teguh yang melaporkannya ke Kepolisian Daerah Metro Jaya dengan tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik.

"Saya juga bingung. Saya enggak tahu jawabnya gimana. Saya tahunya dari berita. Ya gimana. Ya sekarang, kalau seperti itu, saya wawancara banyak orang gimana," kata Deddy saat ditemui setelah memandu acara Hitam Putih di Trans 7, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu malam, 16 
November 2016.

Pesulap berkepala plontos itu mengetahui dia dilaporkan ke Polda Metro dari pemberitaan media. Namun ia mengaku tidak terkejut Mario melakukan itu. Deddy merasa dia tidak mengetahui secara persis persoalan Mario dengan Ario Kiswinar Teguh. Dia memposisikan dirinya sebagai pemandu acara. 

"Ya enggak apa-apa dilaporin. Saya juga enggak ngerti masalah dengan Kiswinar gimana. Saya menaruh diri saya sebagai pekerja profesional," ucap Deddy.

Perseteruan Deddy dengan Mario bermula saat Deddy mewawancarai Kiswinar di program Hitam Putih. Selain itu, Deddy mewawancarai Kiswinar dan ibunya, Aryani Soenarto, di sebuah situs. Mario Teguh dan istrinya, Lina Teguh, didampingi kuasa hukumnya, Vidi Syarief, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Rabu, 16 November 2016. 

"Hari ini, Pak Mario melaporkan Deddy Corbuzier di dua acara, satu di Hitam Putih dan satu di website Deeper with Deddy," tutur Vidi saat mendampingi kliennya membuat laporan.

Deddy dianggap melontarkan fitnah dan pencemaran nama baik lewat dua program tersebut. "Pasalnya 310 dan 311 KUHP serta Pasal 27 UU ITE (Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik)," ucap Vidi.

Sebelum melaporkan Deddy ke Polda, Mario melayangkan somasi terhadap Deddy terkait dengan wawancaranya dengan Kiswinar di program Hitam Putih episode 7 September 2016. Namun Deddy tak menggubris somasi itu. Deddy, yang menggandeng pengacara Hotman Paris Hutapea, justru mengajukan tantangan kepada Mario untuk berdebat secara terbuka di televisi.

https://seleb.tempo.co/read/news/2016/11/17/219821132/dilaporkan-mario-teguh-ke-polisi-deddy-corbuzier-bingung