Ahok Kembali Ditolak, Sandiaga Tampilkan Jurus 'Silat Lipet Dompet'
Disambut Palang Pintu, Sandiaga Tampilkan Jurus 'Silat Lipet Dompet'Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno disambut palang pintu saat berkampanye di Kelurahan Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Saat palang pintu melakukan aksi silat, Sandiaga pun tak mau ketinggalan.
Sandiaga mengeluarkan jurus silat versinya sendiri. Warga pendukung pasangan Anies Baswedan ini pun bersorak senang dan bertepuk tangan melihat aksi jagoannya tersebut.
"Hidup bang Sandi," ujar warga Jalan Sasak II Dalam, Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat (15/11/2016).
Setelah 10 menit 'tertahan' palang pintu, Sandiaga dan timnya dipersilakan memasuki tempat sosialisasi. Di lokasi, seperti biasa, Sandiaga memaparkan program unggulannya kepada warga seperti KJP Plus, KJS plus dan program ekonomi yang dekat dengan rakyat.
Seusai bersosialisasi, Sandi menjelaskan soal jurus yang dikeluarkannya saat aksi palang pintu tadi. "Campuran, itu jurus lipet dompet," kata Sandi dengan nada bercanda di lokasi yang sama.
Sandiaga berkata dia berkomitmen untuk memberdayakan budaya Betawi agar tetap eksis. Dia juga akan berupaya agar di setiap acara resmi, ada pertunjukan palang pintu.
"Menurut saya tadi palang pintu itu budaya Betawi yang ada nilai luhur, nilai hiburan, nilai olahraga dan nilai sebuah kearifan bahwa dengan diskusi, dari yang mau berantem tapi ada komunikasi yang baik, diangkat palang pintunya," katanya menjelaskan.
Lebih lanjut Sandi mengatakan bahwa kebudayaan Betawi sejauh ini sudah baik namun harus terus ditingkatkan lagi upaya pengenalannya ke masyarakat luas agar tak terlupakan.
"Contohnya tadi selendang mayang yang semakin hari semakin susah dicari, saya malah baru pertama kali (mencicipi) tadi. Ini harusnya ada satu keberpihakan bukan hanya pemprov tapi masyarakat juga untuk menghargai budaya Betawi," tutup Sandi
Sumber : http://news.detik.com
Sandiaga mengeluarkan jurus silat versinya sendiri. Warga pendukung pasangan Anies Baswedan ini pun bersorak senang dan bertepuk tangan melihat aksi jagoannya tersebut.
"Hidup bang Sandi," ujar warga Jalan Sasak II Dalam, Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat (15/11/2016).
Setelah 10 menit 'tertahan' palang pintu, Sandiaga dan timnya dipersilakan memasuki tempat sosialisasi. Di lokasi, seperti biasa, Sandiaga memaparkan program unggulannya kepada warga seperti KJP Plus, KJS plus dan program ekonomi yang dekat dengan rakyat.
Seusai bersosialisasi, Sandi menjelaskan soal jurus yang dikeluarkannya saat aksi palang pintu tadi. "Campuran, itu jurus lipet dompet," kata Sandi dengan nada bercanda di lokasi yang sama.
Sandiaga berkata dia berkomitmen untuk memberdayakan budaya Betawi agar tetap eksis. Dia juga akan berupaya agar di setiap acara resmi, ada pertunjukan palang pintu.
"Menurut saya tadi palang pintu itu budaya Betawi yang ada nilai luhur, nilai hiburan, nilai olahraga dan nilai sebuah kearifan bahwa dengan diskusi, dari yang mau berantem tapi ada komunikasi yang baik, diangkat palang pintunya," katanya menjelaskan.
Lebih lanjut Sandi mengatakan bahwa kebudayaan Betawi sejauh ini sudah baik namun harus terus ditingkatkan lagi upaya pengenalannya ke masyarakat luas agar tak terlupakan.
"Contohnya tadi selendang mayang yang semakin hari semakin susah dicari, saya malah baru pertama kali (mencicipi) tadi. Ini harusnya ada satu keberpihakan bukan hanya pemprov tapi masyarakat juga untuk menghargai budaya Betawi," tutup Sandi
Sumber : http://news.detik.com
![]() |
| Sumber by Foto: Dok. Tim Anies-Sandi |
Blusukan di Ciracas Jaktim, Ahok Kembali Ditolak Sekelompok Orang
Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki T Purnama (Ahok) kembali ditolak sekelompok warga saat blusukan di Ciracas, Jakarta Timur. Ahok yang tadi berniat untuk menyambangi mereka akhirnya dibawa polisi ke tempat yang lebih aman.
Massa yang berjumlah sekitar 30 orang tersebut mengenakan kopiah tersebut mengadang Ahok yang ingin memasuki permukiman warga di kawasan Jalan Raya Centex, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (15/11/2016) sekitar pukul 15. 30 WIB. Massa berteriak kata-kata penolakan terhadap Ahok.
"Tolak Ahok! Tolak Ahok! Tolak Ahok!," teriak sekelompok orang tersebut.
Sementara itu, di sisi seberang jalan, para relawan Ahok kompak meneriakan yel-yel dukungan kepada Ahok. Mereka juga menyanyikan lau Garuda Pancasila di tengah rintik hujan yang turun di daerah tersebut.
Puluhan polisi tak bersenjata pun kemudian berjaga di sekitar lokasi untuk menjaga situasi agar tetap kondusif. Beberapa di antara polisi juga membawa Ahok untuk menuju jalan lain.
Sumber : news.detik.com
