Tampilkan postingan dengan label Pilkada DKI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkada DKI. Tampilkan semua postingan
Warga Semper Peluk Djarot dan Membolehkan Ahok Datang

Warga Semper Peluk Djarot dan Membolehkan Ahok Datang

Blusukan saat kampanye calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat ke RT 06/RW 06 Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, disambut meriah warga. Bahkan, warga membolehkan jika Gubernur DKI non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok datang ke wilayah tersebut.

"Ini saya tanya, kalau misalnya Pak Ahok ke sini, boleh enggak," tanya Djarot ke warga Semper Timur, Sabtu (19/11/2016).

"Boleh," teriak warga kompak, sambil menunjukan simbol dua jari, kepada Djarot.

Kedatangan Djarot menarik perhatian bapak-bapak atau ibu-ibu warga setempat yang sedang beraktivitas berbagai kegiatan di depan rumah. Djarot sesekali menghampiri untuk bersalaman, berbincang, dan meladeni foto bersama warga. Suara-suara dukungan memang kerap terdengar saat Djarot kampanye di wilayah ini.

Seorang pria lantas menghampiri Djarot, dan meminta Cawagub DKI nomor pemilihan dua itu untuk maju terus di Pilkada DKI.

"Hidup nomor dua, lanjutkan Pak. Jangan takut," teriak pria itu. "Tidak pernah takut," jawab Djarot, sambil mengangkat tangan.

"Semangat Pak," ujar pria itu, lalu menghampiri Djarot untuk meminta foto bareng.

Saat Djarot hendak pulang dari kawasan itu, bahkan seorang pria yang disapa Djarot secara mengejutkan memeluk Djarot. Momen itu sempat membuat kaget relawan dan pengawal Djarot. Ternyata, selagi memeluk, pria itu sambil mendoakan Djarot.

"Enggak apa-apa, aku didoain," ujar Djarot tersenyum. Kedatagan Djarot memang disambut antusias warga setempat.

Dalam kunjungannya ke Semper Timur itu, Djarot menjanjikan, jika dirinya aktif lagi sebagai Wagub DKI setelah cuti kampanye, akan menindak lanjuti untuk membenahi kawasan tersebut. Djarot menjanjikan pengerukan drainase dan perbaikan jalan di atas drainase tersebut. Bahkan, dirinya berniat agar kawasan itu punya Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Ia ingin lahan bekas rumah yang terbakar, dijadikan RPTRA.

"Ini kan habis kebakaran, sudah ber tahun-tahun tidak dibangun oleh sebab itu kita sampaikan kepada RT nya, kepada warganya, sebaiknya dijual saja, kami ganti. Sehingga nanti kita bisa gunakan untuk RPTRA sekaligus di situ juga bisa untuk lapangan bola, bulu tangkis. Kita perbanyak ruang terbuka hijau," ujar Djarot.

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/11/19/20463401/warga.semper.peluk.djarot.dan.membolehkan.ahok.datang

Warga Semper Peluk Djarot dan Membolehkan Ahok Datang


Djarot Heran Panwaslu Larang Dia Masuk Mushala, tetapi Diam Saat Ada Penghadangan

Calon wakil gubernur petahana DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, sempat dikira hendak berkampanye di sebuah mushala di kawasan RT 06 RW 06, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, oleh seorang anggota Panwaslu yang mengawasi kampanye Djarot. Setelah kampanye, Djarot kembali mengungkit kejadian itu. Djarot mempertanyakan reaksi anggota Panwaslu itu, yang berbeda ketika ia mendapat penolakan dari massa yang bukan warga sekitar.

"Saya bilang, saya juga pernah kan ditolak di sini, di Kalibaru, kenapa enggak pernah diproses? Saksinya banyak, buktinya ada, orangnya (yang menolak) kelihatan, iya enggak?" kata Djarot, di lokasi, Sabtu (19/11/2016).

Terlebih lagi, kata Djarot, pada kejadian di Kalibaru, saat penolaknya dihampiri, ternyata mereka bukan warga setempat.

"Saya ajak ngomong, bukan warga situ, dia warga RW 7, (sedangkan) kami ketemu (warga) RW 1, iya enggak?" ujar Djarot.

Untuk itu, ia berharap Panwaslu juga proaktif untuk kejadian-kejadian penolakan terhadap dirinya.

"Maksud saya itu, proaktif. Kalau enggak proaktif, bagaimana?" ujar Djarot.

"Makanya, lucu banget, masa saya masuk mushala enggak boleh. Lah, kalau saya shalat bagaimana? Nah, boleh toh, kalau misalnya aku bantu situ, boleh enggak, ketika saya aktif (perbaiki mushala)," ujar Djarot.

"Kami akan meninggikan (mushala) itu, dan untuk mengeruk itu nanti ini ketika saya aktif akan saya tindak lanjuti, boleh enggak begitu? Ya boleh, makanya lucu banget begitu," ujar Djarot.

Djarot juga menyatakan dirinya tidak kampanye atau menawarkan visi dan misi di dalam mushala.

"Makanya, kalau saya dateng ke situ ada emblem-emblem nomor dua, (atau) saya menyampaikan visi-misi di situ, ya enggak boleh," ujar Djarot.

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/11/20/05343921/djarot.heran.panwaslu.larang.dia.masuk.mushala.tetapi.diam.saat.ada.penghadangan
Tertinggi di Survei LSI Denny JA, Timses Anies-Sandi: Pekerjaan Belum Usai

Tertinggi di Survei LSI Denny JA, Timses Anies-Sandi: Pekerjaan Belum Usai

Elektabilitas pasangan cagub-cawagub DKI Anies Baswedan-Sandiaga Uno berada di urutan tertinggi berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA. Tim Pemenangan Anies-Sandi mengapresiasi hasil survei tersebut. Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mardani Ali Sera mengatakan meski elektabilitas pasangan nomor urut 3 itu tinggi, mereka tetap harus bekerja keras untuk memenangi Pilgub DKI 2017.

"Alhamdulillah LSI sudah merilis dan mengapresiasi. Kita tetap membumi bahwa itu kabar gembira, tapi pekerjaan belum selesai. Tiga bulan ini bukan waktu yang pendek dalam politik. Satu hari saja panjang sekali," kata Mardani saat dihubungi detikcom, Jumat (18/11/2016).
Tertinggi di Survei LSI Denny JA, Timses Anies-Sandi: Pekerjaan Belum Usai


Kendati saat ini berada di posisi teratas berdasarkan survei LSI, politisi PKS itu tidak lantas ingin berpuas diri. Ia mengatakan bakal tetap waspada dalam menjalani tahapan Pilgub.

"Alhamdulillah kita syukuri dan membuat kita mawas diri serta waspada," ungkapnya.

Dari hasil survei LSI yang dilakukan periode 31 Oktober-5 November 2016, elektabilitas pasangan Anies-Sandi berada di urutan pertama dengan 31,9 persen. Sedangkan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni ada di peringkat kedua dengan 30,9 persen. 

Pasangan petahana Ahok-Djarot berada di posisi paling buncit dengan elektabilitas 10,6 persen. 

Survei terbaru LSI Denny JA dilakukan dengan metode multistage random sampling. Jumlah responden sebanyak 440 orang, dengan wawancara tatap muka secara langsung menggunakan kuesioner. Margin of error kurang lebih 4,8 persen 

http://news.detik.com/berita/3349129/tertinggi-di-survei-lsi-denny-ja-timses-anies-sandi-pekerjaan-belum-usai
Anies: Sikap Jokowi-Prabowo Harus Dicontoh

Anies: Sikap Jokowi-Prabowo Harus Dicontoh

Pernah menjadi rival dalam Pilpres 2014, tak lantas membuat Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bermusuhan. Hubungan keduanya terjalin dengan baik. Terakhir, keduanya bertemu di Istana Merdeka, Kamis 17 November 2016. Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai sikap keduanya merupakan contoh yang baik untuk masyarakat dan politikus di Tanah Air. Pertemuan tersebut menunjukkan pertarungan saat pilpres lalu, tidak menjadi hambatan untuk saling bekerja sama membangun bangsa.

"Pertemuan itu menunjukkan sikap yang harus dicontohkan. Sikap kenegarawanan yang harus dicontoh sehingga sampai bawah juga punya contoh. Pernah berbeda itu kan tak berarti terus berbeda. Berbeda pun bisa bekerja sama," kata Anies di Lapangan Bonpis, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (18/11/2016).

Menurut dia, sikap yang ditunjukkan oleh Jokowi dan Prabowo ialah cerminan pribadi anak bangsa yang harus terus dijaga.

Anies: Sikap Jokowi-Prabowo Harus Dicontoh


"Ini yang saya rasa harus kita kembalikan ke dalam suasana di Indonesia, adab dijaga betul. Ya kita tentu senang tradisi interaksi, pertemuan antara tokoh nasional dan pimpinan-pimpinan itu terjadi," tutur Anies.

Terakhir, dia menyebutkan, agar demokrasi bisa berjalan damai tanpa kegaduhan. Jangan hanya lantaran berbeda dukungan atau pilihan, menjadikan suasana damai yang diciptakan para tokoh bangsa, menjadi sia-sia.

"Bagaimanapun kita itu sama-sama Bangsa Indonesia. Kita hormat sekali atas sikap yang ditunjukkan Pak Prabowo sikap Pak Jokowi," Anies menandaskan.

http://pilkada.liputan6.com/read/2656041/anies-sikap-jokowi-prabowo-harus-dicontoh?HouseAds&campaign=PilkadaDki2017_News_STS2
Ahok: Saya Ngomong Apa Saja Dipelintir

Ahok: Saya Ngomong Apa Saja Dipelintir

Calon gubernur petahana di Pilkada DKI 2017, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali dilaporkan ke Bareskrim atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik oleh Advokat Cinta Tanah Air (ACTA). Ahok membantah tudingan telah menfitnah dan mengatakan demonstran 4 November mendapat bayaran.

"Saya enggak bilang menuduh (dapat Rp 500 ribu) kok. Saya kan sampaikan, kamu baca saja berita yang ada," ujar Ahok di Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (18/11/2016).

Menurut dia, tak pernah ada kata-kata massa mendapat bayaran Rp 500 ribu saat berunjuk rasa 4 November 2016. Ahok hanya menyebut ada media yang menuliskan demonstran menerima uang tersebut.

"Socmed kan bisa dibaca. Saya enggak pernah bilang kok (pendemo terima uang)," ucap Ahok.

Dia pun mengatakan tidak sekali ini omongannya diartikan lain alias diplintir. "Saya ngomong apa saja dipelintir," tandas Ahok.

Sebelumnya, Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali dilaporkan ke Bareskrim Polri. Kali ini Ahok dilaporkan atas dugaan fitnah dan pencemaran mana baik sebagaimana diatur dalam Pasal 310 dan 311 KUHP oleh Advokat Cinta Tanah Air (ACTA).

Menurut perwakilan ACTA, Habiburokhman, pernyataan Ahok yang diduga fitnah yaitu tudingan massa aksi menerima bayaran Rp 500 ribu pada saat demo 4 November 2016.

"Pernyataan itu kami dapat dari websitemobile.abc.net.au dengan judul berita 'Jakarta Governor Ahok Suspect in blasphemy case, Indonesia Police say', yang di dalamnya terdapat rekaman video pernyataan langsung Ahok yang secara garis besar mengatakan 'It's not easy you send more than 100.000 people, most of them if you look at the news, Said they got the Money 500.000 rupiahs," ucap Habiburokhman di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis 17 November 2016.

http://news.liputan6.com/read/2656045/ahok-saya-ngomong-apa-saja-dipelintir?HouseAds&campaign=AhokTErsangka_Home_STM

Ahok: Saya Ngomong Apa Saja Dipelintir


Mestikah Ahok Ditahan? Ini Penjelasan Pengamat Hukum

Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penistaan agama. Berbagai pihak meminta agar aksi demonstrasi susulan tak perlu terjadi. Apalagi menuntut agar Ahok segera tahan.

Menurut pengamat Hukum Pidana Ahmad Rifai, ditahan atau tidaknya Ahok merupakan kewenangan penyidik Polri.

"Kewenangan menahan apakah seseorang layak ditahan atau tidak ya penyidik dengan alasan subjektif," ujar Rifai kepada Liputan6.com di Jakarta, Jumat (18/11/2016).

Beberapa alasan penyidik menahan orang, kata dia, misalnya jika dikhawatirkan tersangka akan menghilangkan barang bukti. Namun, kata dia, penyidik memutuskan tidak menahan Ahok karena dianggap kooperatif.

Untuk itu, kata Rifai, ia meminta agar masyarakat mengawal proses hukum yang saat ini masih berjalan. Ketimbang melakukan demonstrasi untuk menuntut Ahok ditahan.

"Kasus Ahok ini bisa juga di-SP3 (dihentikan) karena tidak cukup bukti dan tidak ditemukan unsur pidana," ujar Rifai.

Sementara beberapa waktu lalu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan penahanan terhadap seorang tersangka telah diatur dalam pasal 21 ayat 4 KUHAP. Menurut dia, dalam pasal itu tidak mengatakan setiap kasus yang diancam hukuman 5 tahun harus dilakukan penahanan.

"(Tapi) yang dikatakan dapat dilakukan penahanan tapi (harus) memenuhi syarat objektif dan subjektif," kata Tito saat memberikan keterangan pers di kompleks Mabes Polri.

Tito menjelaskan, syarat objektif bahwa harus punya keyakinan mutlak atas suatu tindak pidana. "Karena penyidik terbelah dan tidak bulat," tegas dia.

Namun, kata Tito, penyidik yang berpendapat telah terjadi tindak pidana lebih mendominasi. Karena itu, kasus harus dinaikkan ke tingkat penyidikan dan menetapkan Ahok sebagai tersangka. Kasusnya diputuskan diselesaikan di peradilan terbuka.

Sementara alasan subjektifnya, menurut Tito, antara lain adanya kekhawatiran melarikan diri menghilangkan alat bukti serta mengulangi kesalahan.

Tito menjelaskan, berdasarkan laporan Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto kepadanya, Ahok cukup kooperatif. Pada saat akan dipanggil, justru Ahok lebih dulu datang kepada penyidik untuk memberikan klarifikasi.

"Ketika dipanggil, Ahok juga datang," ucap Tito.

Kemudian, Tito menambahkan, pihaknya juga telah meminta kepada Direktorat Jenderal Imigrasi untuk segera menerbitkan surat perintah pencegahan terhadap Ahok. Sebab saat ini, yang bersangkutan wajib mengikuti proses hukum atas kasus yang membelitnya.

"Namun sebagai antisipasi, penyelidik memutuskan melakukan pencegahan ke luar negeri. Jangan sampai nanti, mohon maaf, yang bersangkutan ke luar negeri polisi disalahkan. Jadi lebih baik kita cegah," ucap Tito.

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) memutuskan kembali turun ke jalan. Mereka akan menggelar demonstrasi bertajuk "Bela Islam III" pada Jumat 2 Desember 2016.

"Saya hanya ingin tegaskan, kesepakatan yang ada di GNPF MUI, karena Ahok tak ditahan sampai sekarang, maka GNPF MUI memutuskan dengan aklamasi kesepakatan dengan seluruh elemen untuk menggelar aksi Bela Islam III Jumat, 2 Desember 2016," ujar pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Tebet, Jakarta Selatan.

Rizieq mengatakan, aksi lanjutan dari demo 4 November ini akan diikuti berbagai elemen organisasi Islam. Aksi akan dimulai dengan ibadah salat Jumat berjamaah.

http://news.liputan6.com/read/2655653/mestikah-ahok-ditahan-ini-penjelasan-pengamat-hukum

Pimpin Istigasah di Monas, Ustaz Arifin Ilham Doakan Ahok

Ustaz kondang Arifin Ilham menjadi pemimpin dan pembimbing dalam istigasah dan doa bersama yang digelar TNI-Polri di silang Monas, Jakarta Pusat. Saat memimpin doa, Arifin mengucap syukur dengan munculnya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang diduga menistakan agama. Kasus ini secara tak langsung justru mempersatukan umat Islam.

Akibat kasus tersebut, umat Islam di Tanah Air yang sebelumnya tampak terkotak-kotak, kini bersatu dan menentang tindakan yang dinilai melukai perasaan umat Muslim itu.

"Karena beliaulah, (Ahok,) kami dapat bersatu," tutur Arifin dalam doanya di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/11/2016).

Kendati demikian, Arifin tetap mendoakan Ahok agar mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. Dengan begitu, tidak ada lagi kejadian yang serupa di kemudian hari.

"Kami doakan Ahok mendapatkan hidayah. Beliau belum paham betapa indahnya iman Islam itu. Betapa indahnya ajaran Islam itu," ucap dia, memanjatkan doa.

"Ya Rabb, Tuhan Penguasa Langit dan Bumi, jaga kami terus dalam taufik Islam hidayah Mu," kata Arifin.

Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama jemaah yang terdiri dari 3.000 masyarakat dari berbagai kelompok pengajian, 5.000 anak yatim, dan 22.000 pasukan TNI-Polri mengikuti istigasah.

Istigasah yang digelar di Monas, Jakarta Pusat, itu bertujuan untuk mendoakan keselamatan bangsa dan para pahlawan Tanah Air. Khususnya agar keamanan tetap terjaga jelang Pilkada serentak 2017.

http://news.liputan6.com/read/2655628/pimpin-istigasah-di-monas-ustaz-arifin-ilham-doakan-ahok
Luna Maya, Aura Kasih, Edric Tjandra dan Koes Hendratmo Ikut Beri Dukungan kepada Ahok

Luna Maya, Aura Kasih, Edric Tjandra dan Koes Hendratmo Ikut Beri Dukungan kepada Ahok

Ini Alasan Sebenarnya Luna Maya Datangi Posko Ahok-Djarot  
Aktris Luna Maya sengaja mendatangi posko pemenangan Ahok-Djarot di Jalan Lembang, Jakarta Pusat, Kamis pagi, 17 November 2016. Sekitar pukul 08.00, Luna yang ditemani komedian Edric Tjandra tiba di sana. Mengenakan atasan bermotif bunga berwarna kuning dan dibalut jaket abu-abu, Luna mengaku kedatangannya itu karena ingin tahu situasi di posko. "Beberapa teman sudah ke sini, ya sudah lihat-lihat," katanya, Kamis pagi, 17 November 2016.

Luna juga menegaskan, dia datang murni atas inisiatifnya sendiri. Dia ingin melihat langsung interaksi yang terjadi antara Ahok dan masyarakat yang datang ke posko untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada calon Gubernur DKI Jakarta.

Saat ditanya apakah ingin menyampaikan keluhan kepada Ahok, Luna menerangkan kedatangannya bukan untuk mengadu. "Pingin tahu program-programnya apa, perbaikan apa yang ditawarkan. Saya kan masyarakat biasa," ucapnya.

Luna menilai kinerja Ahok selama dua tahun ini sudah cukup baik dalam membenahi sejumlah masalah di Ibu Kota. Menurut dia, banyak perubahan yang dirasakannya setelah Ahok menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ia berpendapat, Jakarta menjadi lebih maju dan faktanya bisa langsung dilihat tanpa perlu dijelaskan lagi.

Edric juga sependapat dengan Luna. Menurut dia, kinerja Ahok telah terbukti. "Kami tahu, sekarang hasilnya lebih nyata bahwa Jakarta lebih bersih dan bagus," tuturnya.

Luna Maya, Aura Kasih, Edric Tjandra dan Koes Hendratmo Ikut Beri Dukungan kepada Ahok
TEMPO/Friski Riana
Setelah Luna Maya, Aura Kasih Ikut Beri Dukungan kepada Ahok

Sejumlah artis silih berganti mendatangi rumah pemenangan Ahok-Djarot di Jalan Lembang, Jakarta Pusat, Kamis, 17 November 2016. Luna Maya dan Edric Tjandra datang paling pagi. Keduanya tiba sekitar pukul 08.00.

Luna Maya turut memberi kata sambutan di panggung ketika Ahok hendak menerima pengaduan masyarakat. Satu jam kemudian, penyanyi Aura Kasih tampak menyusul ke posko.

Aura tampil sederhana memakai atasan warna merah-hitam dengan rambut diikat ke belakang. Dia datang bersama dokter selebritas, Sonia Wibisono. Keduanya juga diminta ke atas panggung.

"Saya orang Bandung, dapat KTP Jakarta empat tahun lalu," kata Aura di atas panggung. Aura menyampaikan dukunganya kepada Ahok dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017.

Menurut Aura, salah satu alasannya mendukung Ahok adalah dia tak suka dengan segala hal berbau rasis dan perbedaan agama. "Indonesia beraneka ragam budaya. Karakter satu-satunya di Indonesia yang negara lain tidak punya," ujarnya.

Menurut dia, setiap orang harus membangun revolusi mental untuk mempersatukan bangsa. Dia juga meminta tidak ada lagi orang-orang yang bersikap rasis. "Saya dukung banget Pak Ahok!" tuturnya.

Selain didatangi Luna dan Aura, Ahok kedatangan bintang iklan pasta gigi Koes Hendratmo. Pria yang pernah menjadi pembawa acara Berpacu dalam Melodi itu menyatakan dukungannya terhadap Ahok dengan menyanyikan lagu My Way yang dipopulerkan Frank Sinatra.

https://pilkada.tempo.co/read/news/2016/11/17/348820986/setelah-luna-maya-aura-kasih-ikut-beri-dukungan-kepada-ahok
Luna Maya Datangi Rumah Lembang, Begini Kata Ahok

Luna Maya Datangi Rumah Lembang, Begini Kata Ahok

Aktris Luna Maya menghadiri acara open house di Rumah Lembang, yang merupakan posko pemenangan Ahok-Djarot, Kamis, 17 November 2016. Acara itu digelar untuk warga DKI Jakarta yang ingin menyampaikan aspirasinya kepada calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

”Pak, saya ke sini enggak di-endorse ya,” ucap Luna kepada Ahok di Rumah Lembang, Jakarta Pusat.

Ahok pun menimpali. “Saya juga enggak mampu bayar.”

Dalam kesempatan itu, Luna memberikan semangat kepada Ahok terkait dengan statusnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama oleh Badan Reserse Kriminal Polri. Menurut Luna, orang yang baik dan benar memang selalu ada yang menghalangi. Ia pun berharap Ahok bisa menjadi pemimpin untuk Jakarta dan mewakili kepercayaan yang diberikan oleh pendukungnya.

Luna menyatakan tidak ada masalah dengan sikap Ahok yang tegas meski kerap disebut arogan. Kemudian, dia pun berkelakar. “Untuk kebaikan dan kejujuran, kita lebih senang. Daripada manis di depan sama aja, hu-hu-hu...” tutur Luna, disambut tawa pengunjung.

Luna berujar bahwa dirinya baru pertama kali datang ke sana, dan kaget dengan suasananya. Selama ini dia hanya mengetahui dari pemberitaan bahwa banyak warga DKI datang ke Rumah Lembang. 

Dari pemberitaan itu, Luna pun mengajak rekannya, Edric Tjandra, mendatangi posko pemenangan Ahok pagi ini. Luna pun mendapat kemeja kotak-kotak yang menjadi seragam kampanye Ahok-Djarot, dan langsung memakainya di hadapan Ahok.

https://pilkada.tempo.co/read/news/2016/11/17/348820960/luna-maya-datangi-rumah-lembang-begini-kata-ahok

Luna Maya Datangi Rumah Lembang, Begini Kata Ahok


Reaksi Luna Maya Dapat Kemeja Kotak-kotak dari Ahok  

Aktris Luna Maya menyampaikan dukungannya kepada calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Meski kini Ahok berstatus sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama Islam, Luna Maya berharap calon inkumben nantinya bisa memimpin Jakarta.

Luna mengatakan, dirinya tidak masalah dengan sikap Ahok yang tegas dan kerap disebut arogan. “Untuk kebaikan dan kejujuran, kita lebih senang. Daripada manis di depan sama aja, hu-hu-hu-hu...” tuturnya, disambut tawa pengunjung Rumah Lembang, posko pemenangan Ahok-Djarot, di Jalan Lembang, Jakarta, Kamis, 17 November 2016.

Luna mendatangi Rumah Lembang bersama rekannya, Edric Tjandra. Dalam kesempatan itu, Luna memberikan semangat kepada Ahok soal status tersangkanya. Luna Maya mengklaim orang yang baik dan benar memang selalu ada yang menghalangi. Ia pun menegaskan kedatangannya ke Rumah Lembang tidak di-endorse.

“Pak, saya ke sini enggak di-endorse ya,” ucap Luna kepada Ahok. Mendengar ucapan Luna, Ahok pun menimpali, “Saya juga enggak mampu bayar.”

Luna mendapat hadiah baju kotak-kotak yang menjadi seragam kampanye Ahok dan pasangannya, Djarot Saiful Hidayat. Kemeja pun langsung dipakai Luna di hadapan Ahok. “Terima kasih. Bajunya keren,” kata Luna.

https://pilkada.tempo.co/read/news/2016/11/17/348820968/reaksi-luna-maya-dapat-kemeja-kotak-kotak-dari-ahok
Ahok Tolak Ritual Mistis dari Pendukung, Minta Didoakan Saja

Ahok Tolak Ritual Mistis dari Pendukung, Minta Didoakan Saja

Calon Gubernur DKI Jakarta inkumben Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meminta pendukungnya tidak melakukan hal-hal berbau mistis. Misalnya, mengolesi kepalanya dengan minyak.

"Masing-masing punya kepercayaan doa. Lain kali, enggak usah kasih minyak ke kepala saya. Pusing saya. Cairan apa? Mohon maaf. Doa-doa saja," tutur Ahok di posko pemenangan Ahok-Djarot di Jalan Lembang, Jakarta Pusat, Rabu, 16 November 2016.

Ahok menyampaikan hal itu sebagai teguran setelah seorang pendukungnya maju ke atas panggung. Kemudian, pendukung itu mengoleskan minyak ke rambut Ahok sebagai bentuk doa. Ahok lantas mengusap rambutnya dan meminta agar tidak ada lagi perlakuan semacam itu.

"Sori ya, enggak usah ngasih minyak yang bau, ngasih menyan, atau wangi-wangian. Enggak usah deh," kata dia disambut gelak tawa pengunjung.

Ahok menceritakan, sebelumnya, ada juga pendukung yang memberikan segumpal tanah berisi kemenyan. Dia diminta untuk mengantongi benda tersebut. Ahok berujar, kegiatan berbau mistis tidak perlu dilakukan. Dia meminta pendukungnya agar mendoakannya. "Saya percaya Tuhan pasti tolong, jadi enggak usah mistik," ujarnya.

Ahok Tolak Ritual Mistis dari Pendukung, Minta Didoakan Saja
TEMPO/Friski Riana
Sejak Senin, 14 November 2016, Ahok membuka posko pemenangan bagi warga Jakarta yang hendak menyampaikan keluhan. Dia menjadikan rumah di Jalan Lembang itu sebagai Balai Kota DKI kedua. Sebab, saat masih aktif sebagai gubernur, banyak masyarakat yang datang setiap pagi untuk mengeluhkan masalah.

Masyarakat yang datang pun beragam. Ada seorang guru swasta, ibu rumah tangga, penderita kanker, dan pengusaha. Selain menampung aspirasi, Ahok melayani permintaan selfie dari pengunjung. Tak lupa, Ahok juga meminta pendukungnya yang mau berpartisipasi patungan dana kampanye dengan donasi minimal Rp 10 ribu.

https://pilkada.tempo.co/read/news/2016/11/17/348820885/ahok-tolak-ritual-mistis-dari-pendukung-minta-didoakan-saja
KPU DKI: Ahok Jadi Tersangka, Pencalonan Tidak Gugur

KPU DKI: Ahok Jadi Tersangka, Pencalonan Tidak Gugur

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.

Lalu bagaimana dengan pencalonannya sebagai Gubernur DKI Jakarta?

Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan, berdasarkan undang-undang yang berlaku seorang calon kepala daerah yang tersandung kasus hukum tetap bisa menjalani proses pemilu.

"Pencalonan tidak gugur, beliau (Ahok) tetap bisa melanjutkan tahapan dan tetap bisa melakukan kegiatan kampanye," ujar Sumarno kepada Liputan6.com di Jakarta, Rabu (16/11/2016).

Namun, kata Sumarno, jika Ahok sudah menjadi terpidana dengan ancaman hukuman 5 tahun atau lebih maka pencalonannya sebagai gubernur DKI Jakarta bisa dibatalkan.

"Kalau terpidana berdasarkan vonis terpidana dalam ancaman hukuman 5 tahun atau lebih KPU akan memberikan sanksi untuk membatalkan pencalonan," kata dia.

Kecuali, kata Sumarno jika Ahok mengajukan banding atas vonis pengadilan maka status hukumnya belum inkracht.

"Tunggu selesai proses banding, berarti masih bisa lanjut pencalonannya," tandas Sumarno.

http://pilkada.liputan6.com/read/2653424/kpu-dki-ahok-jadi-tersangka-pencalonan-tidak-gugur


Meski Jadi Tersangka, Ahok Tetap Blusukan

Polri menetapkan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai tersangka. Meski menyandang status hukum baru, Ahok tetap melakukan aktivitas kampanye.

"Kami tetap akan blusukan, kami akan menyampaikan semua yang sudah disampaikan dan katakan bahwa Pak Ahok dan Pak Djarot telah memberikan bukti," ujar Ruhut Sitompul, juru bicara Ahok-Djarot di Rumah Lembang, Jakarta, Rabu (16/11/2016).
KPU DKI: Ahok Jadi Tersangka, Pencalonan Tidak Gugur
Terkait status tersangka terhadap Ahok, Ruhut merasa sebagai pihak yang teraniaya. Namun, ia percaya rakyat Jakarta tetap akan memberikan suaranya untuk pasangan Ahok-Djarot.

"Kami memang teraniaya, tapi biarkan rakyat Jakarta jelas memilih Ahok-Djarot karena suara rakyat suara Tuhan," ujar Ruhut.

Bareskrim Polri telah menggelar perkara dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Hasilnya, Bareskrim menetapkan Ahok sebagai tersangka kasus penistaan agama.

"Meskipun tidak bulat, perkara ini harus diselesaikan di pengadilan yang terbuka, konsekusensinya akan ditingkatkan ke proses penyidikan dengan menetapkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai tersangka," kata Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/11/2016).

http://pilkada.liputan6.com/read/2653525/meski-jadi-tersangka-ahok-tetap-blusukan