Video dan Gambar Adegan Mesra Shah Rukh Khan

Video dan Gambar Adegan Mesra Shah Rukh Khan

Shahrukh Khan atau biasa dikenal sebagai SRK adalah aktor Bollywood yang membintangi banyak film-film India terlaris. Kuch Kuch Hota Hai adalah salah satu film fenomenalnya yang membuatnya makin dikenal di seluruh dunia. Lahir dari sebuah keluarga muslim, ayahnya bernama Muhammad Mir Taz, dan ibunya Fatimah Begum. Menjalani kuliah S-1 di jurusan ekonomi pada sebuah universitas di India, dan S-2 komunikasi pada sebuah universitas Islam di India. Memulai kariernya sebagai aktor sejak masih duduk di bangku kuliah. Khan menjelma sebagai salah satu raja perfilman di jagad Bollywood dengan sukses sebagai aktor dan produser film terkenal. Ia dijuluki sebagai "King Khan", "King of Bollywood", dan "Baadshah of Bollywood". Hal ini dapat dicapainya berkat perjuangan keras dalam industri perfilman India yang selalu mengalami regenerasi dari tahun ke tahun. (Sumber by Wikipedia)



Berikut adalah gambar-gambar adegan mesra yang pernah dilakoni king khan ini dalam beberapa filmnya:

























Warga Semper Peluk Djarot dan Membolehkan Ahok Datang

Warga Semper Peluk Djarot dan Membolehkan Ahok Datang

Blusukan saat kampanye calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat ke RT 06/RW 06 Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, disambut meriah warga. Bahkan, warga membolehkan jika Gubernur DKI non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok datang ke wilayah tersebut.

"Ini saya tanya, kalau misalnya Pak Ahok ke sini, boleh enggak," tanya Djarot ke warga Semper Timur, Sabtu (19/11/2016).

"Boleh," teriak warga kompak, sambil menunjukan simbol dua jari, kepada Djarot.

Kedatangan Djarot menarik perhatian bapak-bapak atau ibu-ibu warga setempat yang sedang beraktivitas berbagai kegiatan di depan rumah. Djarot sesekali menghampiri untuk bersalaman, berbincang, dan meladeni foto bersama warga. Suara-suara dukungan memang kerap terdengar saat Djarot kampanye di wilayah ini.

Seorang pria lantas menghampiri Djarot, dan meminta Cawagub DKI nomor pemilihan dua itu untuk maju terus di Pilkada DKI.

"Hidup nomor dua, lanjutkan Pak. Jangan takut," teriak pria itu. "Tidak pernah takut," jawab Djarot, sambil mengangkat tangan.

"Semangat Pak," ujar pria itu, lalu menghampiri Djarot untuk meminta foto bareng.

Saat Djarot hendak pulang dari kawasan itu, bahkan seorang pria yang disapa Djarot secara mengejutkan memeluk Djarot. Momen itu sempat membuat kaget relawan dan pengawal Djarot. Ternyata, selagi memeluk, pria itu sambil mendoakan Djarot.

"Enggak apa-apa, aku didoain," ujar Djarot tersenyum. Kedatagan Djarot memang disambut antusias warga setempat.

Dalam kunjungannya ke Semper Timur itu, Djarot menjanjikan, jika dirinya aktif lagi sebagai Wagub DKI setelah cuti kampanye, akan menindak lanjuti untuk membenahi kawasan tersebut. Djarot menjanjikan pengerukan drainase dan perbaikan jalan di atas drainase tersebut. Bahkan, dirinya berniat agar kawasan itu punya Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Ia ingin lahan bekas rumah yang terbakar, dijadikan RPTRA.

"Ini kan habis kebakaran, sudah ber tahun-tahun tidak dibangun oleh sebab itu kita sampaikan kepada RT nya, kepada warganya, sebaiknya dijual saja, kami ganti. Sehingga nanti kita bisa gunakan untuk RPTRA sekaligus di situ juga bisa untuk lapangan bola, bulu tangkis. Kita perbanyak ruang terbuka hijau," ujar Djarot.

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/11/19/20463401/warga.semper.peluk.djarot.dan.membolehkan.ahok.datang

Warga Semper Peluk Djarot dan Membolehkan Ahok Datang


Djarot Heran Panwaslu Larang Dia Masuk Mushala, tetapi Diam Saat Ada Penghadangan

Calon wakil gubernur petahana DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, sempat dikira hendak berkampanye di sebuah mushala di kawasan RT 06 RW 06, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, oleh seorang anggota Panwaslu yang mengawasi kampanye Djarot. Setelah kampanye, Djarot kembali mengungkit kejadian itu. Djarot mempertanyakan reaksi anggota Panwaslu itu, yang berbeda ketika ia mendapat penolakan dari massa yang bukan warga sekitar.

"Saya bilang, saya juga pernah kan ditolak di sini, di Kalibaru, kenapa enggak pernah diproses? Saksinya banyak, buktinya ada, orangnya (yang menolak) kelihatan, iya enggak?" kata Djarot, di lokasi, Sabtu (19/11/2016).

Terlebih lagi, kata Djarot, pada kejadian di Kalibaru, saat penolaknya dihampiri, ternyata mereka bukan warga setempat.

"Saya ajak ngomong, bukan warga situ, dia warga RW 7, (sedangkan) kami ketemu (warga) RW 1, iya enggak?" ujar Djarot.

Untuk itu, ia berharap Panwaslu juga proaktif untuk kejadian-kejadian penolakan terhadap dirinya.

"Maksud saya itu, proaktif. Kalau enggak proaktif, bagaimana?" ujar Djarot.

"Makanya, lucu banget, masa saya masuk mushala enggak boleh. Lah, kalau saya shalat bagaimana? Nah, boleh toh, kalau misalnya aku bantu situ, boleh enggak, ketika saya aktif (perbaiki mushala)," ujar Djarot.

"Kami akan meninggikan (mushala) itu, dan untuk mengeruk itu nanti ini ketika saya aktif akan saya tindak lanjuti, boleh enggak begitu? Ya boleh, makanya lucu banget begitu," ujar Djarot.

Djarot juga menyatakan dirinya tidak kampanye atau menawarkan visi dan misi di dalam mushala.

"Makanya, kalau saya dateng ke situ ada emblem-emblem nomor dua, (atau) saya menyampaikan visi-misi di situ, ya enggak boleh," ujar Djarot.

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/11/20/05343921/djarot.heran.panwaslu.larang.dia.masuk.mushala.tetapi.diam.saat.ada.penghadangan
Jadi Tersangka Penerima Suap Rp 1,9 M, Berapa Kekayaan AKBP Brotoseno?

Jadi Tersangka Penerima Suap Rp 1,9 M, Berapa Kekayaan AKBP Brotoseno?

AKBP Brotoseno telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dari pengacara yang mengaku terkait pihak berperkara. Dia diduga menerima suap Rp 1,9 miliar guna penanganan perkara dugaan korupsi cetak sawah. AKBP Brotoseno diketahui pernah menjadi penyidik KPK. Sebagai penyidik, maka dia wajib melaporkan kekayaannya sesuai dengan UU No 28/1999.

"Kalau sudah lapor, pasti ada (laporannya). Saya juga tidak hafal," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat dikonfirmasi di Plaza Festival, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat malam (18/11/2016).

Melalui situs resmi KPK yang ditengok detikcom, Sabtu (19/11) tercantum Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atas nama R Brotoseno senilai Rp 724.400.000 di tahun 2011. Total kekayaan Brotoseno meningkat dari tahun 2010 yakni Rp 278.875.183. Di tahun 2011, dia tercatat memiliki harta tak bergerak berupa tanah seluas 250 meter persegi di Jakarta Timur senilai Rp 525.000.000. Sementara pada tahun sebelumnya harta tersebut belum ada.

Pada tahun 2010, Brotoseno melaporkan kekayaan berupa mobil Toyota Corolla Altis senilai Rp 130.000.000. Sedangkan di tahun berikutnya, dia tercatat memiliki Toyota Fortuner senilai Rp 310.000.000.

Brotoseno melaporkan kekayaan berupa logam mulia di tahun 2010 yang nilainya Rp 12.000.000, angka itu meningkat di tahun berikutnya menjadi Rp 13.000.000. Sementara itu di tahun 2010 dia memiliki batu mulia senilai Rp 28.000.000, di tahun berikutnya sudah tak dimiikinya lagi.

Brotoseno memiliki giro setara kas sebanyak Rp 130.000.000, meningkat tipis dari tahun sebelumnya yakni Rp 129.537.494. Namun di tahun 2011, dia memiliki utang pinjaman uang sebesar Rp 253.600.000 dan utang kartu kredit senilai Rp 9.000.000. 

http://news.detik.com/berita/3349125/jadi-tersangka-penerima-suap-rp-19-m-berapa-kekayaan-akbp-brotoseno



Jadi Tersangka Penerima Suap Rp 1,9 M, Berapa Kekayaan AKBP Brotoseno?KPK: AKBP Brotoseno Harus Diproses Meski Anggota Polri
AKBP Raden Brotoseno ditangkap karena dugaan menerima suap senilai Rp 1,9 miliar. Brotoseno yang sempat menjadi penyidik KPK ini terima suap terkait penanganan perkara dugaan korupsi cetak sawah di Kalimantan.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, proses hukum harus tetap berjalan terhadap Brotoseno. Basaria yang juga berasal dari institusi Polri ini menyatakan hal tersebut karena sudah merupakan kesepakatan bersama.

"Kita sudah sepakat, siapa pun itu kalau memang ditemukan apalagi tertangkap tangan, ya harus diproses. Biar pun dia anggota Polri, harus diproses," kata Basaria di sela acara Konser Suara Antikorupsi di Plaza Festival, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/11/2016) malam.

Basaria mengatakan hal tersebut ialah komitmen bersama. Ia menambahkan, sebagai anggota Polri dan mantan penyidik KPK semestinya, Brotoseno menjadi contoh bagi masyarakat.

"Ya kita punya pemikiran, apalagi pernah jadi penyidik KPK. Kita punya pemikiran, mereka menjadi contoh. Tapi kalau sudah terjadi sekarang, ya harus kita proses," ujar Basaria yang berpangkat Brigadir Jenderal ini.

Brotoseno ditangkap bersama polisi berinisial D karena menerima duit dari pengacara berinisial HR. Duit yang diterima Brotoseno Rp 1,9 miliar dari total Rp 3 miliar yang dijanjikan pengacara. Karo Penmas Mabes Polri Kombes Rikwanto mengatakan HR memberikan uang kepada penyidik dalam dua tahap selama kurun Oktober dan awal November tahun ini. Duit ini, terkait perkara dugaan korupsi cetak sawah di Kalimantan periode 2012-2014. Tujuan pemberian duit agar penanganan perkara yang didampingi pengacara berinisial HR diperlambat.

AKBP Brotoseno dan D ditangkap Tim Saber dibantu tim Pengamanan Internal (Paminal) pada Jumat (11/11) pekan lalu. Keduanya terancam sanksi etik dari Mabes Polri.

"Untuk 2 anggota tersebut, kita kenakan UU internal pelanggaran kode etik profesi. Pasal 7 dan Pasal 13 terhadap peningkatan citra dan kehormatan Polri, serta anggota Polri dilarang melakukan KKN dan gratifikasi," kata Karo Penmas Mabes Polri Kombes Rikwanto di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/11).

Bareskrim Polri telah menahan Brotoseno di Rutan Mapolda Metro Jaya. Sementara pengacara inisial HR dan perantara inisial LM yang ikut ditangkap saat ini sudah ditahan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. 

http://news.detik.com/berita/d-3349115/kpk-akbp-brotoseno-harus-diproses-meski-anggota-polri
Tertinggi di Survei LSI Denny JA, Timses Anies-Sandi: Pekerjaan Belum Usai

Tertinggi di Survei LSI Denny JA, Timses Anies-Sandi: Pekerjaan Belum Usai

Elektabilitas pasangan cagub-cawagub DKI Anies Baswedan-Sandiaga Uno berada di urutan tertinggi berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA. Tim Pemenangan Anies-Sandi mengapresiasi hasil survei tersebut. Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mardani Ali Sera mengatakan meski elektabilitas pasangan nomor urut 3 itu tinggi, mereka tetap harus bekerja keras untuk memenangi Pilgub DKI 2017.

"Alhamdulillah LSI sudah merilis dan mengapresiasi. Kita tetap membumi bahwa itu kabar gembira, tapi pekerjaan belum selesai. Tiga bulan ini bukan waktu yang pendek dalam politik. Satu hari saja panjang sekali," kata Mardani saat dihubungi detikcom, Jumat (18/11/2016).
Tertinggi di Survei LSI Denny JA, Timses Anies-Sandi: Pekerjaan Belum Usai


Kendati saat ini berada di posisi teratas berdasarkan survei LSI, politisi PKS itu tidak lantas ingin berpuas diri. Ia mengatakan bakal tetap waspada dalam menjalani tahapan Pilgub.

"Alhamdulillah kita syukuri dan membuat kita mawas diri serta waspada," ungkapnya.

Dari hasil survei LSI yang dilakukan periode 31 Oktober-5 November 2016, elektabilitas pasangan Anies-Sandi berada di urutan pertama dengan 31,9 persen. Sedangkan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni ada di peringkat kedua dengan 30,9 persen. 

Pasangan petahana Ahok-Djarot berada di posisi paling buncit dengan elektabilitas 10,6 persen. 

Survei terbaru LSI Denny JA dilakukan dengan metode multistage random sampling. Jumlah responden sebanyak 440 orang, dengan wawancara tatap muka secara langsung menggunakan kuesioner. Margin of error kurang lebih 4,8 persen 

http://news.detik.com/berita/3349129/tertinggi-di-survei-lsi-denny-ja-timses-anies-sandi-pekerjaan-belum-usai
Sutan Bhatoegana Meninggal Dunia

Sutan Bhatoegana Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari Sutan Bhatoegana. Mantan anggota DPR dari Partai Demokrat itu menghembuskan nafas terakhir.

"Iya benar, Pak Sutan meninggal," kata Kasubag Humas Ditjen PAS Akbar Hadi saat dikonfirmasi, Sabtu (19/11/2016).

Menurut Akbar, Sutan meninggal di RS BMC Bogor sekitar pukul 08.00 WIB. Sebelumnya Sutan memang dirawat di sana beberapa hari ini.

"Semoga khusnul khotimah," imbuh Akbar.

Sutan menderita penyakit kanker hati sebelum meninggal dunia. Dia sebelumnya dirawat di suite room nomor 223 RS BMC Bogor.

Sutan merupakan mantan Ketua Komisi VII DPR RI sebelum akhirnya dia tersangkut kasus korupsi. Sutan divonis 12 tahun penjara karena kasus itu dan hak-hak politiknya dicabut

http://news.detik.com/berita/3349142/sutan-bhatoegana-meninggal-dunia?_ga=1.118459852.432891769.1478229637

Sutan Bhatoegana Meninggal Dunia


Sebelum Hembuskan Nafas Terakhir, Bhatoegana Sudah Tak Merespons Total

Mantan anggota DPR Sutan Bhatoegana meninggal dunia pagi ini setelah sebelumnya berjuang melawan penyakit kanker hati. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Sutan sempat dalam kondisi tidak merespons total.

"Saya dikabari pihak keluarga dari pagi tadi. Sejak pukul 06.00 WIB, beliau sudah tak merespons total," ujar pengacara Sutan, Feldy Taha ketika dikonfirmasi, Sabtu (19/11/2016).

Feldy mendapatkan kabar keluarga langsung berkumpul ketika Sutan tak bisa merespons sama sekali. Hingga akhirnya pukul 08.00 WIB, Sutan meninggal.

"Akhirnya keluarga mengabari saya setelah mendapatkan konfirmasi dokter jam delapan itu," kata Feldy.

Sutan menderita penyakit kanker hati sebelum meninggal dunia. Dia sebelumnya dirawat di suite room nomor 223 RS BMC Bogor.

Sutan merupakan terpidana kasus suap dari SKK Migas ke Komisi VII DPR. Sutan menjalani perawatan di tengah masa pidana kurungan 12 tahun penjara di Lapas Sukamiskin, Bandung.

http://news.detik.com/berita/d-3349148/sebelum-hembuskan-nafas-terakhir-bhatoegana-sudah-tak-merespons-total
Anies: Sikap Jokowi-Prabowo Harus Dicontoh

Anies: Sikap Jokowi-Prabowo Harus Dicontoh

Pernah menjadi rival dalam Pilpres 2014, tak lantas membuat Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bermusuhan. Hubungan keduanya terjalin dengan baik. Terakhir, keduanya bertemu di Istana Merdeka, Kamis 17 November 2016. Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai sikap keduanya merupakan contoh yang baik untuk masyarakat dan politikus di Tanah Air. Pertemuan tersebut menunjukkan pertarungan saat pilpres lalu, tidak menjadi hambatan untuk saling bekerja sama membangun bangsa.

"Pertemuan itu menunjukkan sikap yang harus dicontohkan. Sikap kenegarawanan yang harus dicontoh sehingga sampai bawah juga punya contoh. Pernah berbeda itu kan tak berarti terus berbeda. Berbeda pun bisa bekerja sama," kata Anies di Lapangan Bonpis, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (18/11/2016).

Menurut dia, sikap yang ditunjukkan oleh Jokowi dan Prabowo ialah cerminan pribadi anak bangsa yang harus terus dijaga.

Anies: Sikap Jokowi-Prabowo Harus Dicontoh


"Ini yang saya rasa harus kita kembalikan ke dalam suasana di Indonesia, adab dijaga betul. Ya kita tentu senang tradisi interaksi, pertemuan antara tokoh nasional dan pimpinan-pimpinan itu terjadi," tutur Anies.

Terakhir, dia menyebutkan, agar demokrasi bisa berjalan damai tanpa kegaduhan. Jangan hanya lantaran berbeda dukungan atau pilihan, menjadikan suasana damai yang diciptakan para tokoh bangsa, menjadi sia-sia.

"Bagaimanapun kita itu sama-sama Bangsa Indonesia. Kita hormat sekali atas sikap yang ditunjukkan Pak Prabowo sikap Pak Jokowi," Anies menandaskan.

http://pilkada.liputan6.com/read/2656041/anies-sikap-jokowi-prabowo-harus-dicontoh?HouseAds&campaign=PilkadaDki2017_News_STS2